Stress dan Kesehatan
Stress
Stres adalah gambaran bentuk respon tubuh akibat peristiwa yang dinilai sebagai ancaman atau bahaya, berupa respon emosional, fisik, kognitif dan perilaku. Contohnya, seorang anak broken home. Dia selalu mendengar ayah dan ibunya bertengkar sampai terjadi perkelahian fisik. Karena tidak adanya kasih sayang dari orang tua dan berbagai kejadian tidak wajar yang ia lihat secara langsung, membuat sang anak stres dan trauma. Stres yang dialaminya berdampak kepada perubahan pola kegiatan sehari-hari seperti makan dan tidur tidak teratur, sering menangis dan melamun, serta menyimpan segala sesuatunya sendiri.
Peristiwa yang menjadi penyebab stres itulah yang disebut sebagai stresor, bisa berasal dari dalam diri individu dan juga keadaan sekitar. Stresor dapat berkisar dari hal yang sangat serius sampai kepada hal yang menjengkelkan dan mengganggu. stresor dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu distress yang menyebabkan seseorang stres akibat stresor yang tidak menyenangkan dan eustress, stresor sebagai peristiwa positif yang mengharuskan individu untuk terus beradaptasi dan berubah.
Jenis Peristiwa Eksternal yang Menyebabkan Stres
Stres tanpa kita sadari sangat mudah terjadi, baik karena hal kecil maupun hal besar. Stres tidak hanya disebabkan oleh peristiwa yang besifat negatif, adakalanya hal itu disebabkan oleh peristiwa positif seperti pernikahan. Dua insan yang memutuskan untuk menikah, harus bersedia untuk melakukan berbagai adaptasi dan mengubah gaya hidupnya. Penyesuaian yang dilakukan juga dapat memicu terjadinya stres. Beberapa item yang termasuk ke dalam item stres yang lebih tinggi seperti pemerkosaan, kematian teman, tertular penyakit menular, minggu ujian dan nilai akhir yang tidak memuaskan. Item lainnya yang termasuk ke dalam skala stres rendah seperti rindu rumah, tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi, tekanan teman sebaya, tertidur di kelas dan masalah kencan.
Psychological Stressor
Tekanan yang menjadi pemicu terjadinya stres terbagi dalam beberapa kategori, yaitu
a. Tekanan yang terjadi karena adanya tuntutan dan harapan yang mendesak dari luar untuk dilakukan.
b. Tekanan untuk dapat bekerja lebih keras, lebih cepat dan lebih banyak lagi, seperti halnya belajar untuk persiapan ujian akhir semester.
c. Tekanan terhadap tenggat waktu.
Frustasi merupakan suatu gambaran keadaan individu yang ingin memenuhi hidupnya dan mencapai tujuan yang diinginkan tetapi adanya pihak yang menghalangi dan mencegah. Agresi adalah tindakan yang dilakukan seseorang bermaksud untuk menyakiti dan menghancur apapun yang ada di sekitarnya.
Ketika kita dihadapkan oleh dua pilihan atau lebih dan diharuskan untuk memilih salah satu diantaranya, maka disaat itulah kita sedang dihadapi oleh suatu masalah yang disebut sebagai konflik. Konflik terbagi menjadi beberapa bentuk, sesuai dengan sifat keinginan, tujuan atau tindakan yang tidak sesuai.
a. Approach-approach conflict, kondisi dimana pilihan yang tersedia sama-sama baik.
b. Avoidance-avoidance conflict, kondisi dimana pilihan yang tersedia sama-sama hal yang tidak disukai.
c. Approach-avoidance conflict, kondisi dimana satu pilihan adalah hal yang kita sukai dan yang lainnya adalah hal yang tidak kita senangi.
Faktor yang Memengaruhi Stres dan Kesehatan
-Faktor Fisiologis
1. The General Adaptation Syndrome (GAS)
General adaptation syndrome merupakan urutan reaksi fisiologis tubuh pada saat beradaptasi dengan stresor, terdiri dari tiga tahap yaitu :
a. Alarm
b. Resistance (perlawanan)
c. Exhaustion (kelelahan)
2. Sistem Imun dan Stres
Respon sistem kekebalan tubuh terhadap stres dan infeksi sama. Stres yang berkepanjangan menyebabkan berkurangnya fungsi sistem kekebalan tubuh dan menimbulkan beberapa resiko penyakit seperti penyakit jantung koroner, diabetes tipe II, meningkatkan pertumbuhan tumor dan kanker.
Faktor Psikologis: Pengaruh Kognisi dan Kepribadian terhadap Stres
Richard Lazarus mengembangkan cognitive–mediational theory of emotions yang menjelaskan bagaimana stresor menjadi penyebab dari stres. Dimana, berdasarkan pendekatan penilaian kognitif Lazarus terdapat dua penilaian pemicu terjadinya stres, yaitu :
1. 1. Penilaian primer
Pada penilaian primer memperkirakan tingkat pemicu dari stres dan mengelompokkannya sebagai ancaman, tantangan, dan kerugian. Ketika pemicu dari stres tersebut dianggap sebagai tantangan lebih mudah untuk mengatasinya, dibandingkan dianggap sebagai ancaman.
1. 2. Penilaian sekunder
Pada penilaian sekunder melibatkan ketersediaan sumber daya seperti waktu, uang, dukungan sosial, kemampuan, dan lainnya sebagai pemicu dari stres. Ketika sumber daya tidak memadai menyebabkan peningkatan perasaan stres dan kemungkinan mengembangkan sumber daya baru untuk mengatasi stres tersebut.
Faktor Sosial
Sebagian stres yang dialami dalam kehidupan sehari-hari disebabkan oleh interaksi sosial atau berhubungan dengan orang lain. Contoh sederhananya adalah kemacetan lalu lintas. Faktor sosial yang paling tinggi dalam menyebabkan stres adalah kemiskinan dan stres kerja (Ciccarelli & White, 2015). Kedua faktor ini termasuk kepada faktor sosial yang berada di sektor ekonomi. Secara tidak langsung, masalah ekonomi merupakan faktor yang paling tinggi berpengaruh dalam tingkat stres seseorang.
Koping Stres
Coping stress adalah tindakan seseorang untuk mengatasi sumber masalah yang menyebabkan stres dan meminimalisasi dampaknya. Stres harus diatasi dengan cara yang baik dan benar. Karena jika tidak, akan berdampak besar terhadap kesehatan mental maupun fisik. Stres juga dapat menimbulkan efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Secara umum, stres dapat diatasi dengan cara berolahraga, rekreasi, tidur, melakukan hobi, bercerita kepada orang lain, berpikir positif, dan lain-lain (Mumpuni & Wulandari, 2010). Namun, terdapat metode yang lebih spesifik dalam mengatasi stres.
Dalam coping stress, terdapat metode mengatasi stres berdasarkan fokus penanganannya.
1. Problem-Focused Coping. Stres bersumber dari masalah yang tidak bisa diselesaikan.
2. Emotions-Focused Coping. Metode ini berfokus pada proses perubahan emosi seseorang terhadap sumber masalah yang dihadapinya.
Humor termasuk salah satu cara mengatasi stres yang berfokus pada emosi. Karena dengan tertawa, secara otomatis kita juga sedang meningkatkan sistem kekebalan tubuh (Ciccarelli & White, 2015).
Menerapkan Optimis dalam Kehidupan Sehari-Hari
Sifat optimis yang tertanam dalam diri seseorang akan banyak membantu di berbagai sisi, seperti
kesehatan fisik dan mental. Optimis adalah tentang cara kita mengontrol emosi pada setiap situasi dan
kondisi (Ciccarelli & White, 2015). Cara untuk mencegah pemikiran negatif yang akan mengganggu kita adalah dengan mengenalinya terlebih dahulu. Ketika sudah mengenalinya, cobalah belajar untuk menyerang di setiap katanya dengan pikiran positif yang kita ciptakan sendiri.
Ciccarelli dan White (2015) menuliskan tiga cara untuk menjadi pemikir yang optimistis.
1. Ketika mood jelek menyerang, hentikan dan pikirkan tentang apa yang baru saja melewati pikiranmu.
2. Ketika ada pernyataan negative, anggap saja itu datang dari orang yang ingin membuat hidupmu sedih.
3. Lawan pemikiran negative dengan menggantikannya menjadi kata-kata yang positif.
Contoh :
1. Stress : Contohnya, seorang anak broken home. Dia selalu mendengar ayah dan ibunya bertengkar sampai terjadi perkelahian fisik. Karena tidak adanya kasih sayang dari orang tua dan berbagai kejadian tidak wajar yang ia lihat secara langsung, membuat sang anak stres dan trauma. Stres yang dialaminya berdampak kepada perubahan pola kegiatan sehari-hari seperti makan dan tidur tidak teratur, sering menangis dan melamun, serta menyimpan segala sesuatunya sendiri.
2. Peristiwa eksternal yang menyebabkan stress : Contohnya yaitu gempa, banjir, kebakaran, angin topan, kecelakaan pesawat, dan perang.
3. Stres tidak hanya disebabkan oleh peristiwa yang besifat negatif : adakalanya hal itu disebabkan oleh peristiwa positif seperti pernikahan. Dua insan yang memutuskan untuk menikah, harus bersedia untuk melakukan berbagai adaptasi dan mengubah gaya hidupnya. Penyesuaian yang dilakukan juga dapat memicu terjadinya stres.
Komentar
Posting Komentar