Psikologi Gestalt dan kognitif
Psikologi Gestalt dan Kognitif
Gestalt lebih mengembangkan bagaimana akhirnya kita mepresepsikan dan menangkap sensasi, yang mana ketika dilihat secara keseluruhan akan lebih bermakna (meaningfull) dari pada dilihat secara terpisah. Kita dapat melihat kaitan antara elemen-elemen stimulus yang ada diluar sana sehingga dapat di persepsikan menjadi satu kesatuan jadi holistik.
Antecedent/ Pencetusnya
-Immanuel Kant
ada sensori, stimulasi baru di persepsikan lalu otak bekerja untuk mengelola sensori experience
-Ernest Mach
berpendapat mengenai persepsi, dua persepsi: bentuk ruang dan waktu
-Cristian von Ehrenfels
persepsi tidak bisa dilihat sbg individual dot
Founding of Gestalt
Max Wertheimer
salah satu ahli yg menemukn ide saat naik kereta, melihat bagaimana sensasi yg di persepsikan akan bisa akan menjadi sesuatu berbeda dari aslinya, seperti ilusi . ia juga berpendapat jangan” apa yang kita maknai itu tidak sepenuhnya realita. Ada beberapa yang ia kemukakan
1. prinsip strobotop
kita dapat mepresepsikan sesuatu yang tetap menjadi sesuatu yang bergerak, ada terkait ilusi kadang kita dapat mepresepsikan sesuatu bergerak ketika prosesnya sama seperti saat otak kita memproses tersebut. ketika kita melihat kesatuan seolah” akan berbentuk gerakan ( yg mana awalnya gambar diberi kecepatan yang sama dengan bagaimana otak kita memproses sebuah stimulus (skitar 8-12 fps) ternyata kita dpt melihatnya sbg satu kesatuan dan seolah” terlihat bergerak.
2. phi phenomenon
Terjadinya penyesuaian cahayanya yang fokusnya dipindahkan intensitasnya, cahayanya yg diubah sehingga kita melihat seolah” gambarnya bergerak.
3.Law of Pragnanz
kadang di banyak stimulus yang hadir bentuknya kompleks kdg otak cenderung mepersepsikan menjadi sesuatu yang sederhana agar tidak overwhelm dari suatu informasi.
Teori persepsi
a. Perspepsi konsistensi
Kebanyakan ahli mereka memusatkan penelitiannnya kpd area persepsi yg berkaitan dgn penglihatan karena penglihatan memiliki byk peran dalam fungsi kehidupan kita. Persepsi konsistensi: Kecenderungan kita mampu tetap mepersepsikan sesuatu sebagai suatu obejk tertentu meskipun ada perbedaan” kondisi, kita tetap tau itu objek tersebut meskipun ada perubahan kondisi yg terjadi.
contoh: shape, size, color, location
contoh: liat gelas dr atar keliatannya bulat tp kita tetap tau itu gelas.
b.figur-ground relationship : bagaimana fokus kita melihat objek sehingga mempengaruhi objek dan stimulus
dalam mepersepsikan sesuatu kita dapat dipengaruhi figure dan latar belakang. contoh: sebuah gambar yag bisa dilihat sebagai burungdan kelinci.
Perseptual Organization(kohler)
a. Continulity
kecenderungan kita melihat obejk yg berdekatan menjadi objek yang berkesinambungan.
b.proximity
kita cenderung mengelompokkan objek yg berdekatan sebagai satu kesatuan
c.impulsiveness
bagian bagian kecil cenderung kita persepsikan sbg bagian dari suatu objek.
contoh: spion,jok(kita lihanta sbg bagian dr mobil)
d.Similarity
kita cenderung mengelompokan sesuatu yang memiliki kesamaan
e.closure
kecenderungan kita menyatukan bagian yang rumpang dan mepersepsikan sbagai bentuk objek yang sebelumnya pernah atau sering dilihat.(top down: dr pengalaman ke stimulus)
Mengenai teori belajar
Learning
1. insight(AHA moments)
ketika punya masalah, trus dipikirin, tidak dapat solusi, nah saat take a step back dalam keadaan yg tenang merasa tiba” mendapatkan ide(insightful moment) . butuh incubation: tenang, tetapi otak sebenrnya masih bekerja untuk merestruktur proses yg telah terjadi untuk mengatasi masalah.
2.Transposition
Kecenderungan manusia menyelesaikan permasalahan yang mirip dengan yg sudah dialami sebelumnya, dgn cara yg sama pula
Komentar
Posting Komentar