Rasionalisme

Manusia tidak dibentuk secara utuh melalui pengalaman sensori, karena manusia memiliki potensi yang dibawa dari lahir(konsep innate). Menurut para rasionalis proses berfikir itu top down, yaitu saat kita sudah memiliki pikiran dan akal dan konsep nanti akan kita gunakan untuk menanggapi pengalaman-pengalaman sensori, sedangkan menurut para empiris adalah bottom up, yangmana kita mengumpulkan pengalaman sensorik dan naik ke otak atau pikiran kita, yang membentuk konsep dan ide dari pengalaman sensori. Menurut para rasionalis manusia tidak diatur oleh eksternal, karena kita memiliki  potensi dan memiliki prinsip morality dan etika. Manusia bisa senang saat tidak memenuhi dorongan dari tubuhnya atau keinginannya karena manusia memiliki kemampuan untuk mengatur diri, jika kita bersikap sesuai moral kita juga bisa merasakan kesenangan. 


Baruch Spinoza (1632-1677)

Spinoza percaya bahwa tuhan itu hadir di kehidupan kita dan tidak bisa kita pisahkan saat membahas tentang alam semesta, manusia dan pikirannya. Ia percaya ada keterkaitan antara tuhan dan alam semesta dan tidak bisa dipisahkan. Bagi Spinoza moral dan etika sangat penting. Terkait Mind and Body, menurutnya merupakan satu kesatuan tetapi memiliki beda sisi seperti koin, dan tidak dapat dipisahkan juga. Terkait clear idea ,ia tidak setuju dengan hedonisme yang disampaikan para empiris. Ketika berada pada keadaan pikiran yang tenang(clear mind) kita dapat merasa bisa mengontrol diri dan ketidaknyamanan. Menurut Spinoza kita merasakan kesenangan paling tinggi jika kita bisa melihat dan memahami prinsip-prinsip ketuhanan, karena dari sanalah kita bisa mendapatkan banyak penjelasan tentang hidup ini. Manusia merasa cemas ketika sesuatu yang belum jelas terjadi.


Gottfried Wilhelm Von Leibelniz

Merupakan tokoh yang menentang pendapat Locke. Menurut Leibniz, monad tidak sepenuhnya akan dipengaruhi lingkungan. Manusia tidak hanya sekedar dipengaruhi lingkungan tetapi dapat mengatur dirinya sendiri(inner controll), Manusia akan berkembang dengan baik ketika memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan apa yang ia bawa dari lahir(aktualisasi potensi diri) ketika kita dapat melakukan hal tersebut kita akan berkembang dengan baik. Leibniz berpendapat bahwa tuhanlah yang mengatur ciptaannya. Hubungan mind-body menurut Leibniz tuhanlah yang mengatur bukan sesuatu yang menyebabkan satu sama lain tetapi bekerja bersama-sama sebagai sesuatu yang telah di tentukan. Selain itu prinsip beliau adalah conscious,unconscious preception, manusia memiliki thresholds(ambang batas) yang menentukan bisa masuk(terdeteksi) atau tidak. Seluruh indra manusia memiliki thresholds.


Thomas Reid

Ia sangat percaya akan adanya innate yang kita terima dari lahir. Ia memberi contoh bahwa kita manusia tidak belajarcra untuk bernafas, bernalar dan mencerna, melainkan itu semua merupakan potensi/innate yang ada di dalam diri kita sendiri. Menurutnya common sense itu apa yang kita terima dari pengalaman sensori memang ada karena kita mengalaminya. Realisme langsung(Direct Realism), menurutnya kita memang harus memproses tapi itu terjadinya sangat cepat dan langsung dalam me presepsi segala suatu hal, tetap melibatkan pikiran yang nyata ada realitas fisik namun karena kita memproses dengan cepat. Fakultas Psikologi/faculty of mind, setiap proses mental di proses di tiap bagian otak yang berbeda. Ketika  membahas tentang emosi di bagian amigdala, membahas memori di bagian hipokampus dan banyak penelitian sudah membuktikan hal tersebut dan sudah banyak dilakukan brain imagining atau scanning untuk melihat dibagian otak mana yang bergerak ketika melakukan suatu proses mental. reid menjelaskan bahwa di pikiran kita ada bagian-bagiannya (Faculty) ada tentang bernalar, mempresepsikan sesuau dan lain-lain untuk membedakan bahwa ada mental faculty namun belum sedetail zaman sekarang.


Immanuel Kant (1724-1804)

Salah satu teori kant yang cukup relevan hingga sekarang. Menurutnya pikiran/mind itu memiliki kategori-kategori bagaimana cara kita mempresepsikan stimulus visual, waktu, memproses sebat akibat. Proses mental itu tidak hanya satu tetapi ada berbagai macam bagian, namum ia belum menjelaskan dibagian otak mana saja tempat proses mental terjadi. Direct experience itu mungkin tidak dialami karena kebanyakan berkaitan dengan berfikir dan menekankan innate.


Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831)

Hegel juga merupakan tokoh yang pendapatnya digunakan oleh aliran psikologi modern, yaitu aliran gesalt. Menurutnya, jika kita ingin mendapatkan solusi, dan pemecahan yang baik, kita tidak bisa hanya melihat dari satu bagian, namun lebih baik melihatnya sebagai keseluruhan, karena menurutnya keseluruhan itu lebih utama dari pada bagian-bagiannnya dan juga merupakan prinsip dari psikologi gesalt, bagaimana kita melihat secara keseluruhan barulah kita bisa mendapatkan solusi dari pada hanya fokus pada satu-satu bagian. Contohnya, dari teori gesalt yang melakukan percobaan pada simpanse, yang mana simpanse di letakkan di suatu ruangan yang diatasnya digantung sebuah pisang yang sulit digapai dengan tangannya, namun di ruangan itu terdapat 3 buah tongkat yang kalau hanya 1 saja dipakai tidak bisa juga menggapai pisang tersebut, selain itu ada kardus-kardus dan barang lainnya, jika kita hanya fokus pada tongkatnya saja pisang itu tidak adan tergapai, namun ketika dilihat dari keseluruhan dan diberi keterkaitan satu sama lainnya kita akan mendapatkan solusinya dibandingkan kita hanya fokus pada satu hal.

Ia juga menekankan bahwa kita harus mempelajari sejarah dan mengetahui teori-teori sebelumnya, karena menurutnya pengetahuan lahir dari satu siklus yang berkesinambungan dan berkelanjutan. Contoh nya ada pengetahuan baru kemudian dikritisi dan ada sintesisnya daan berkelanjutan sehingga menghasilkan pengetahuan-pengetahuan(Dialectic Proses),


Johann Friedrich Herbart (1776-1841)

Ia membantu psikologi dipandang sebagai ilmu science, yang mana sebelumnya orang-orang menganggap ilmu psikologi tidak ilmiah karena pada saat itu orang-orang menganggap sesuatu ilmiah itu yang dapat jelas dirumuskan seperti matematis dan lain-lain. Ia berfokus pada menghitung waktu reaksi terhadap sensasi, presepsi , dll yang di formulasikan dalam bentuk angka. Ia melanjutkan pembahasanya tentang threshold ia mencoba membuat formulasi threshold dan ia mengatakan bahwa ide itu compact untuk  masuk ke consciousness kita, tapi yang bukan masuk ke consciousness kita bukan berarti terhapus dari ingatan kita, tetapi ditekan (teori repression) kedalam alam bawah sadar sehingga masih ada di dalam diri kita, namun kita tidak memasukkan ke perhatian karena tidak masuk ke consciousness kita. Pada teori repression informasi yang tidak masuk ke threshold akan ditekan namun tidak hilang dari memori kita, yang akhirnya diseleksi oleh threshold kemudian masuk ke consciousness yang mana ide yang masuk harus kompetibel (sesuatu yang sama dengan tujuan dan nilai-nilai yang ada, atau familiar yang mana mudah masuk ke consiousness dari pada unconsiousness).

Compatible idea ini berkaitan dengan pendidikan. Menurutnya sebelum belajar disarankan untuk mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dan masuk ke consiousness serta compatible, review dan memperhatikan audiensnya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Behaviourisme dan Neobehaviorisme

Pengantar dan Klasifikasi Bidang Psikologi

Sejarah Perkembangan Psikologi