Empirisme, Sensasionalisme, Positivisme

Setelah masa Decrates ada 3 aliran pemahaman, yaitu rasionalisme, empirisme dan romantisme, tiga cara pandang inilah yang pada saat itu berkembang setelah masa renaisans sebelum psikologi menjadi ilmu.


Empirisme

Paham yang sangat mempercayai pentingnya pengalaman untuk mendapatkan pengetahuan, namun tidak semua pengalaman yang dialami akan mendapatkan pengetahuan. Pengalaman yang dimaksud adalah pengalaman sensori. Tetapi tidak semua pengalaman sensori menghasilkan pengetahuan. Pengalaman sensori merupakan sumber-sumber data yang perlu dikumpulkan, dan melahirkan satu komposisi yang valid. Para empiricism ini lebih ke arah induktif, yang mana pengambilan secara induktif(dari khusus ke umum)


-Thomas Hobbes

Hobbes bergaul dengan orang-orang yang sangat berhubungan dengan sains, sehingga dia berfikir bahwa manusia merupakan sesuatu yang bergerak, ia berpikir bahwa manusia adalah Mesin. Menurutnya segala yang ada di dunia ini terjadi bisa dijelakan dengan konsep-konsep, ia merupakan salah satu tokoh yang mengarah ke aliran Empirisme.


-John Locke

Salah satu tokoh yang teorinya diterima. Salah satu teori utama Lock yaitu Tabula Rasa, menurut lock kita lahir seperti kertas putih. Menurutnya ide bawaan itu tidak ada. Ia tidak sepakat dalam dualism nya.

Reflextion lebih ke konsep proses mental dan berpikir, sedangkan sensasi indrakita menerima stimulus .Primary Quality adalah segala sesuatu yang reality yang eksis di dunia nyata dan memang ada.


-George berkeley

Menurutnya kita diberikan kemampuan innate atau bawaan untuk dapat mempresespsikan sesuatu


-David Hume& John Stiart Mill

Menitikberatkan pada pengalaman sensoris


-Alexander Bain

Refleks itu dikontrol sumsum tulang belakang, voluntary behaviour sikapnya spontan di kontrol hedonisme. contohnya: setelah dimarahi seseorang, secara spontan kita berbalik arah saat melihat orang tersebut yang dikendalikan plesure dan pain.


Sensasionalisme 

Aliran ini memiliki kesamaan dengan empirisme, namun perbedaannya terletak pada  dualism. Menitik beratkan pada Pengalaman sensori . Percampuran teori hume dan Hobbes tentang pikiran.



Positivisme

Positivisme adalah filosofi di mana orang percaya satu-satunya untuk menggambarkan apa yang orang alami, dan bahwa sains hanya harus mempelajari apa yang terukur.  

Segala sesuatu yang tidak dapat diukur atau dialami tidak relevan.  

Mereka juga percaya bahwa pengetahuan harus diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah.  Misalnya, emosi tidak terukur sehingga tidak relevan.  Demikian juga, introspeksi ditolak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Behaviourisme dan Neobehaviorisme

Pengantar dan Klasifikasi Bidang Psikologi

Sejarah Perkembangan Psikologi