Sensasi, Presepsi, dan Emosi
Sensasi adalah proses penerimaan informasi yang ada di lingkungan berupa cahaya, suara dan lain-lain. Atau dalam Biopsikologi di definisikan menjadi aktivasi dari sel reseptor dari panca indra yang mana masing-masingnya memiliki reseptor sensorik yang hanya khusus menerima informasi tertentu.
Ambang Batas Sensori
:Tidak semua dapat dirasakan oleh manusia, manusia memilikinbatas paling kecil untuk mendeteksi sesuatu.
Subliminal Sensasi
Subliminal Stimuli(secara sadar):dapat mengaktifasi sensori, tetapi kita tidak bisa menyadari itu, namun kita tetap bisa terpengaruh dengan adanya stimulus tersebut.
Subliminal Presepsi (secara tidak sadar): secara tidak langsung mempengaruhi sikap dan tingkah laku kita dan secara tidak sadar.
Habituasi dan Adaptasi Sensori
: bagaimana respon kita terhadap informasi yang tidak berubah (terus menerus)
Habituasi adalah kecenderungan dari kita(otak kita) berhenti untuk memberikan perhatian terhadap informasi yang tidak berubah (konstan). Habituasi lebih ke proses dari pembentukan habit.
Habit: perilaku yang menjadi kebiasaan, pembentukannya lebih kompleks. Dalam pembentukan perilakubentuk habit,sangat penting konsistensi terkait informasi yang tidak berubah
Adaptasi Sensori adalah sensori dari sel reseptor menjadi tidak terlalu responsif atau kurang peka terhadap stimulus yang tidak berubah.
Didalam diri manusia yang memiliki jiwa dan raga kita dapat mempengaruhi diri kita sendiri, perubahan-perubahan yang terjadi dari kondisi diri kita. Jiwa dalam manusia sangat terkait dengan raga yang mana di dalam raga terdapat reseptor sensori, jika sensori tersebu ada masalah akan mempengaruhi manusia tersebut.
Psikologi aspek ke cahaya (Psychological Aspect to Light)
Cahaya masuk kedalam reseptor manusia untuk dapat dipahami ada aspek psikologisnya semua informasi stimulus dari lingkungan. Cahay memiliki Psychological aspect yang dikenal dengan brightness, ada color, yang tergantung dengan panjang pendeknya cahaya yang tergantung dengan spektrum, ada saturasi ada beberapa jenis dri warna. Ada yang namanya presepsi konstansi, yang mana walau dalam cahaya yang gelap kita tetap mengetahui bahwa bentuk sesuatu tidak akan berubah.
Presepsi dan konsistensi
Presepsi adalah bagaimana kita memaknai dan mengubahnya lebih terorganisasi dalam bentuk yang lebih bermakna, sensasi itu yang kita berikan makna. Presepsi itu hanya terbatas, dengan adanya kosistensi kita bisa semakin memahami lingkungan kita
Size constancy
adalah kecenderungan dari kita memaknai suatu objek akan sama ukurannya walaupun berada jauh dari kita. Contohnya kita mengetahui monas lebih besar walaupun di foto terlihat sama besar dengan kita.
Shape constancy
Adalah kecenderungan kita memaknai bentuk dari suatu objek selalu tetap, walaupun di retina kita terlihat berubah(dalam pandangan kita). Contohnya mengambil foto dari angle yang berbeda, di retina kita bentuknya berbeda namun kita tahu bahwa bagaimana itu tetap bentuk monas.
Brightness constancy
Adalah kecenderungan dari kita memaknai kecerahan suatu objek akan tetap sama dalam kondisi penerangan yang berbeda. Contohnya melihat suatu objek yang berwarna, terlihatnya berbeda namun sebenarnya sama.
Prisip Gesalt
Selalu digunakan dalam presepsi, sering dipakai dalam mengibuli kita dengan gambar-gambar(ilusi). Perkembangan dari psikologi Gesalt ini akan menjadi psikologi kognitif, yang mempelajari bagaimana proses di dalam pikiran kita dalam kognisi kita dalam presepsi apa yang kita pikirkan dan bagaimana memaknai dunia. Prinsipnya yaitu:
1.Figure-Ground (objek dan latar belakang)
Bagaimana dalam mempresepsikan sesuatu, kita akan memiliki kecenderungan untuk melihatnya jadi du a yaitu, objek dan latar belakangnya. Contoh, saat perkuliahan latar belakang ada kursi, rak, lemari dan lain-lain, sedangkan objeknya adalah laptop.
2.Reversible Figure
Figure dan ground itu bisa reversible, dengan objek yang sama tetapi bisa dilihat secara berbeda-beda. Contohnya gambar ilusi optik. Memiliki manfaat berupa memperkaya sudut pandang, ketika kita melihat suatu hal kita tidak bisa hanya melihat dari satu sudut pandang dan mengenali sifat orang.
3.Proxymity, contoh:dalam bentuk dot yang berkelompok.
4.Similarity, mengelompokkan berdasakan kesamaan.
5.Closure, kita cenderung mengsi bagian-bagian yang hilang agar menjadi sesuatu yang kompleks.
6.Continuity, contoh: meneruskan garis terputus-putus.
7.Common Region, mengelompokkan berdasarkan latar belakang.
Faktor implants presepsi
Pemahaman kita terhadap sesuatu dipengaruhi oleh preseptual yang kita miliki, pengetahuan, pengalaman dan harapan.
Motivasi dan Emosi
Emosi adalah respon terhadap situasi tertentu. Keadaan yang dicirian dengan adanya pengaktifan yang ada di psikologis dan tubuh kita,ada perubahan dari ekspresi wajah, postur tubuh dan lain-lain. Emosi memiliki fungsi adaptif, emosi juga menghasilkan hormon, mempengaruhi adrenalin. Emosi primer terbagi menjadi 8, yaitu taku, terkejut,sedih, jijik,marah, antisipasi,joy, dan trust. Mood berbeda dengan emosi. Mood intensitasnya rendah tapi lama, sedangkan emosi lebih intens intensitasnya.
Motivasi adalah bagaimana perilaku kita diarahkan,dimunculkan, diarahkan dan diakhiri motivasi.motivasi bekerja diawali dengan kebutuhan. Motivasi terdiri dari motivasi primer dan sekunder.
Learned motives untuk mecapai sesuatu kita mempelajari itu
Komentar
Posting Komentar